Input email Anda disini, dan dapatkan berlangganan gratis informasi terbaru kami

Senin, 10 Desember 2012

Perhitungan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Atas Bonus

Selamat Pagi Pak Saadi,

Pak, kalau bonus (banus akhir tahun--- red) kan kena Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 juga, dipotong PPh-nya saat dibagikan atau nanti PPh nya digabung dengan gaji Desember ?

Terus rumus perhitungannya bagaimana, mohon pemaparannnya.

Terima kasih sebelumnya.

Elly
Bekasi

Solusi Cespleng:

PPh terutang dihitung (dan harus dipotong) pada saat penghasilan diterima/ diperoleh. Oleh karena itu pajak yang terutang atas bonus (Atau penghasilan tidak teratur lainnya) –seluruhnya- akan dipotong pada saat (sebelum) bonus dibayarkan ke karyawan. Istilah pajak-nya, PPh atas penghasilan tidak teratur.

Penyetoran dan pelaporan digabung dengan gaji masa yang bersangkutan, adapun  langkah-langkah perhitungan pajak atas bonus sebagai berikut:

Langkah I: menghitung PPh 21 atas gaji dan bonus (penghasilan setahun)
a.      Gaji setahun (12 x gaji sebulan)  Ditambah bonus    xxx
b.      Pengurangan :
         Biaya Jabatan:                                   xx
         Iuran pensiun:                                    xx +
                                                                                      xx -
c.      Penghasilan neto setahun                                        xx
d.      PTKP setahun                                                       xx -
e.      Penghasilan Kena Pajak setahun (c-d)                    xx
f.       PPh Pasal 21 terutang (tarif x e)                             xx

Langkah II: menghitung PPh 21 atas gaji Setahun
a.      Gaji setahun (12 x gaji sebulan) tanpa bonus          xxx
b.      Pengurangan :
         Biaya Jabatan:                                   xx
         Iuran pensiun:                                    xx +
                                                                                     xx -
c.      Penghasilan neto setahun                                       xx
d.      PTKP setahun                                                      xx -
e.      Penghasilan Kena Pajak setahun (c-d)                   xx
f.       PPh Pasal 21 terutang (tarif x e)                            xx

Langkah III: PPh 21 atas bonus = Langkah I – Langkah II

Demikian









Senin, 03 Desember 2012

Panduan Backup Database e-SPT PPN 1111 dan Pemanfaatannya

Selamat siang bapak Saadi

Saya mau tanya, barusan komputer kantor di betulkan (dan di format) tetapi data sudah di backup. Login ke database data.mdb berhasil, tetapi pada saat mau input data faktur pajak keluaran, tidak ada data apa pun yg tertampil dalam semua masa waktu.

Selama ini saya menjalankan e-spt dalam bentuk copy-an ke external harddisk.
Apakah ada step yang harus dilakukan terlebih dahulu?

Terima Kasih

Fuon

Solusi Cespleng:

Yang pertama, untuk Back-up database e-SPT PPN 1111 silahkan salin file database Anda kedalam hardisk eksternal, Flashdisk, Compact Disk atau media penyimpanan lainnya.

Adapun letak file database e-SPT PPN 1111 (Data.mdb atau Data_2007.accdb) pada komputer dengan sistem Operasi:
  • Windows XP = C:\Program Files\DJP\e-SPT PPN 1111\db,
  • Windows 7 dan Vista = C:\users\nama user\virtual store\local setting\Program Files\DJP\e-SPT PPN 1111\db
Yang kedua, pengoperasian e-SPT dalam bentuk copy-an langsung dari folder yg terkumpul di eksternal hardisk maupun flashdisk dapat dilakukan namun tidak optimal, salah satu kelemahannya adalah data tidak tersimpan.

Panduan Backup Database e-SPT PPN 1111 dan Pemanfaatannya

Selamat siang bapak Saadi

Saya mau tanya, barusan komputer kantor di betulkan (dan di format) tetapi data sudah di backup. Login ke database data.mdb berhasil, tetapi pada saat mau input data faktur pajak keluaran, tidak ada data apa pun yg tertampil dalam semua masa waktu.

Selama ini saya menjalankan e-spt dalam bentuk copy-an ke external harddisk.
Apakah ada step yang harus dilakukan terlebih dahulu?

Terima Kasih

Fuon

Solusi Cespleng:

Yang pertama, untuk Back-up database e-SPT PPN 1111 silahkan salin file database Anda kedalam hardisk eksternal, Flashdisk, Compact Disk atau media penyimpanan lainnya.

Adapun letak file database e-SPT PPN 1111 (Data.mdb atau Data_2007.accdb) pada komputer dengan sistem Operasi:
  • Windows XP = C:\Program Files\DJP\e-SPT PPN 1111\db,
  • Windows 7 dan Vista = C:\users\nama user\virtual store\local setting\Program Files\DJP\e-SPT PPN 1111\db
Yang kedua, pengoperasian e-SPT dalam bentuk copy-an langsung dari folder yg terkumpul di eksternal hardisk maupun flashdisk dapat dilakukan namun tidak optimal, salah satu kelemahannya adalah data tidak tersimpan.

Gagal Import Data ke e-SPT karena Format Tidak Sesuai

Ass..
Pak Saadi,,

Mohon bantuannya untuk pengimporan data karyawan PPh 21 maupun eSPT yang lainya, adapun penjelasannya :

Pada dasarnya untuk pengimporan suatu data ke eSPT menggunakan aplikasi Excel dengan format CSV(Comma Delimited), Namun kendala yang saya alami ketika menyimpan data dengan format tersebut muncul pemberitahuan yang intinya sebagai berikut :

Import.csv mungkin berisi fitur yang tidak sesuai denga CSV (Comma Delimited).
jika anda ingin menyimpan dengan format ini. klik yes
jika anda tidak ingin menyimpan dengan format ini. klik No dan kemudian pilih format yang anda inginkan.

ketika saya memilih yes, dan data tersebut saya buka kembali ternyata data tersebut ada yang berubah yaitu NPWP sehingga ketika saya melakukan import data maka tidak akan gagal.

yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya agar data dengan format yang dimaksud dapat dibuat serta apakah Aplikasi dari komputer bisa dikatakan penyebabnya ?

Terimah kasi..

Wasalam

Ainal Yaqin
Taman Mini Indoensia Indah


Solusi Cespleng:

Pak Ainul Yaqin, memang benar format yang diperuntukkan untuk import data kedalam aplikasi e-SPT itu adalah  CSV(Comma Delimited).

Setiap aplikasi e-SPT baik PPN maupun PPh masing-masing memiliki Skema Impor tersendiri yang field-field-nya disesuaikan dengan kolom isian pada formulir SPT tersebut.

Ketidaksesuaian Skema Import yang dipergunakan dengan e-SPT yang dijalankan berakibat "GAGAL IMPOR" itu penyebab yang pertama.

Selanjutnya yang kedua adalah kesesuaian pada karakter yang diinputkan, pada kolom-kolom (field) tertentu menghendaki diisi number atau text dan bahkan format tertentu yang diharuskan misal penulisan format faktur pajak dan yang dilarang misal penggunaan tanda baca petik satu (apostrof) pada nama pegawai Sa'adi, jika keliru pastinya "GAGAL IMPOR"

Untuk Skema Impor jika perlu silahkan unduh di www.pajak.go.id atau bisa mengajukan permintaan via email ke saadi.konsultasi@gmail.com nanti saya kirim gratis



Gagal Import Data ke e-SPT karena Format Tidak Sesuai

Ass..
Pak Saadi,,

Mohon bantuannya untuk pengimporan data karyawan PPh 21 maupun eSPT yang lainya, adapun penjelasannya :

Pada dasarnya untuk pengimporan suatu data ke eSPT menggunakan aplikasi Excel dengan format CSV(Comma Delimited), Namun kendala yang saya alami ketika menyimpan data dengan format tersebut muncul pemberitahuan yang intinya sebagai berikut :

Import.csv mungkin berisi fitur yang tidak sesuai denga CSV (Comma Delimited).
jika anda ingin menyimpan dengan format ini. klik yes
jika anda tidak ingin menyimpan dengan format ini. klik No dan kemudian pilih format yang anda inginkan.

ketika saya memilih yes, dan data tersebut saya buka kembali ternyata data tersebut ada yang berubah yaitu NPWP sehingga ketika saya melakukan import data maka tidak akan gagal.

yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya agar data dengan format yang dimaksud dapat dibuat serta apakah Aplikasi dari komputer bisa dikatakan penyebabnya ?

Terimah kasi..

Wasalam

Ainal Yaqin
Taman Mini Indoensia Indah


Solusi Cespleng:

Pak Ainul Yaqin, memang benar format yang diperuntukkan untuk import data kedalam aplikasi e-SPT itu adalah  CSV(Comma Delimited).

Setiap aplikasi e-SPT baik PPN maupun PPh masing-masing memiliki Skema Impor tersendiri yang field-field-nya disesuaikan dengan kolom isian pada formulir SPT tersebut.

Ketidaksesuaian Skema Import yang dipergunakan dengan e-SPT yang dijalankan berakibat "GAGAL IMPOR" itu penyebab yang pertama.

Selanjutnya yang kedua adalah kesesuaian pada karakter yang diinputkan, pada kolom-kolom (field) tertentu menghendaki diisi number atau text dan bahkan format tertentu yang diharuskan misal penulisan format faktur pajak dan yang dilarang misal penggunaan tanda baca petik satu (apostrof) pada nama pegawai Sa'adi, jika keliru pastinya "GAGAL IMPOR"

Untuk Skema Impor jika perlu silahkan unduh di www.pajak.go.id atau bisa mengajukan permintaan via email ke saadi.konsultasi@gmail.com nanti saya kirim gratis



WARNING !!!

Setiap orang yang dengan sengaja:

a.tidak mendaftarkan diri untuk diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak atau tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak;
b.menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Nomor Pokok Wajib Pajak atau Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak;
c.tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan;
d.menyampaikan Surat Pemberitahuan dan/atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap;
e.menolak untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29;
f.memperlihatkan pembukuan, pencatatan, atau dokumen lain yang palsu atau dipalsukan seolah-olah benar, atau tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya;
g.tidak menyelenggarakan pembukuan atau pencatatan di Indonesia, tidak memperlihatkan atau tidak meminjamkan buku, catatan, atau dokumen lain;
h.tidak menyimpan buku, catatan, atau dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan dan dokumen lain termasuk hasil pengolahan data dari pembukuan yang dikelola secara elektronik atau diselenggarakan secara program aplikasi on-line di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (11); atau
i.tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut.
sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

--- Pasal 39 (UU No. 28 Tahun 2007) ---

++++++++++++++++++++++++++++++++++

Setiap orang yang dengan sengaja:
a. menerbitkan dan/atau menggunakan faktur pajak, bukti pemungutan pajak, bukti pemotongan pajak, dan/atau bukti setoran pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya; atau
b. menerbitkan faktur pajak tetapi belum dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak
dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 6 (enam) tahun serta denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak dalam faktur pajak, bukti pemungutan pajak, bukti pemotongan pajak, dan/atau bukti setoran pajak dan paling banyak 6 (enam) kali jumlah pajak dalam faktur pajak, bukti pemungutan pajak, bukti pemotongan pajak, dan/atau bukti setoran pajak.

--- Pasal 39A (UU No. 28 Tahun 2007) ---

TEKNISI PANGGILAN

Melayani Panggilan:

- Install Windows, Office, dll.

- Service Komputer & Laptop

( Mati, Hang, Kena Virus, lambat, dll.)

- Ganti LCD Leptop, Batere, Keyboard dan hardware lainnya

- Back-up data dan recovery

- Install e-SPT, Update, & Perbaikan database

- Jasa pelaporan Pajak (SPT) PPh dan PPN menggunakan e-SPT / e-Faktur


HUBUNGI:

SIDIK

08979134044